Ingin Operasi Hip Replacement? Yuk, Ketahui Serba-Serbinya

Biaya hip replacement saat ini berada di kisaran Rp. 70 jutaan. Biaya yang terbilang cukup mahal untuk suatu penanganan orthopedi. Namun, jika dilihat dari banyaknya manfaat yang didapat, rasanya sebanding. Hip replacement merupakan sebutan dari tindakan operasi penggantian sendi panggul yang bermasalah atau rusak. Sendi yang rusak tersebut diganti dengan sendi buatan demi mengurangi rasa sakit yang di derita. Agar Anda lebih paham mengenai hip replacement, perhatikan ulasannya berikut ini.

Serba-serbi hip replacement

Seperti diketahui, hip replacement di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan operasi tulang panggul. Operasi ini umumnya dilakukan untuk pasien yang mengalami kerusakan sendi panggul akibat penuaan, cedera, radang sendi atau lainnya.

Indikasi hip replacement

Berikut kondisi-kondisi pasien yang bisa ditangani dengan hip replacement

  • Osteoarthritis
  • Rheumatoid atau radang sendi
  • Radang sendi yang diakibatkan oleh cedera berat jangka panjang di tulang panggul
  • Osteonecrosis
  • Kelainan panggul pada masa anak-anak

Operasi hip replacement dilakukan apabila terapi medis (fisioterapi, pemberian alat bantu jalan, dan pemberian obat anti nyeri seperti glukosamin, kondoritin) sudah tidak dapat menangani nyeri yang dirasakan. Operasi ini juga dilakukan untuk pasien yang mengalami nyeri berat yang mengganggu seperti:

  • Setelah duduk susah berdiri
  • Nyeri bertambah ketika menggunakan walker
  • Mengganggu tidur

Peringatan hip replacement

Sebelum melakukan operasi ini, sebaiknya pasien memberitahukan semua keluhan terkait rasa nyeri, gangguan aktivitas, riwayat cedera, riwayat penyakit lain, hingga obat-obatan yang digunakan. Hal ini bertujuan agar dokter dapat menentukan penganan yang sesuai.

Persiapan sebelum hip replacement

Sebelum melakukan operasi, bisanya dokter akan menyuruh pasien mempersiapkan hal berikut:

  • Melakukan pemeriksaan penunjang seperti, tes EKG, rontgen dada, urine, dan darah.
  • Apabila Anda memiliki gangguan kesehatan lain seperti gigi, diabetes, prostat, atau jantung maka harus berkonsultasi terlebih dahulu.
  • Melakukan pemeriksaan kulit guna menghindari infeksi saat proses pembedahan.
  • Berhenti mengonsumsi obat-obatan sebelum operasi.

Masa penyembuhan pascaoperasi hip replacement

Operasi ini membutuhkan masa penyembuhan kurang lebih 3 sampai 6 minggu. Oleh karena itu, perlu pendampingan keluarga untuk melakukan aktivitas pada masa penyembuhan. Setelah operasi, pasien tidak boleh melakukan gerakan seperti di bawah ini untuk menghindari pergeseran sendi:

  • Hindari memutar kaki ke area dalam’
  • Hindari menyilangkan bagian kaki yang dioperasi ke bagian kaki normal
  • Hindari membungkukkan badan lebih dari 90 derajat, baik ketika duduk atau berdiri.

Hasil setelah operasi hip replacemenet

Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik atau normal. Namun, tetap harus dibatasi terutama jika berolahraga seperti jogging, lompat, atau berlari. Untuk masalah berjalan, menyetir, hingga naik turun tangga, hal tersebut masih bisa dilakukan dengan baik. Untuk ketahanan sendi pascaoperasi, bisanya sendi prostesis dapat bertahan hingga 10 sampai 20 tahun.

Efek samping dan komplikasi yang ditimbulkan hip replacement.

Meski hal ini jarang terjadi, hip replacement dapat menimbulkan risiko seperti berikut:

  • Dislokasi pada tulang panggul
  • Ukuran kaki panjang sebelah
  • Infeksi di area prostesis
  • Timbul gumpalan darah pada panggul atau kaki
  • Implan pada pinggul longgar

Demikian serba-serbi mengenai hip replacement, jika Anda dirasa perlu second opinion sebelum melakukan operasi tersebut. Anda bisa memilih DOKTER.MY sebagai pilihan terbaik, karena ahli menangani semua keluhan orthopedi.